Realita pendidikan dasar (matematika sekolah)

Sumber: hartotofamily.blogspot.com

Gambar: hartotofamily.blogspot.com


Matematika ternyata tidak mudah…

Misalkan dalam menyelesaikan perhitungan sederhana berikut.

10 – 6 : 2 x 3 + 1 = … ?
A. 8     B. 7     C. 4     D. 2     E. 0

Mudah kan ya teman-teman? Sebelum melanjutkan membaca, coba anda hitung dan simpan jawaban anda dalam memori anda.

Untuk membahas lebih lanjut soal di atas, kita lanjut baca yaa pembahasannya… 🙂

Berdasarkan Ensiklopedi Matematika (dalam situs http://iwanlaya.wordpress.com/) menyebutkan secara tersirat bahwa PIPOLONDO sudah tidak dipakai sejak dikeluarkannya Instruksi Kepala Jawatan Pendidikan Umum Departemen P & K, tanggal 2 April 1960. Lebih lanjut, dalam situs tersebut menyebutkan bahwa di beberapa negara Eropa dan Amerika, termasuk Australia telah berlaku perjanjian. Berikut adalah cuplikan perjanjian yang telah berlaku di negara2 tersebut.

  • Bila suatu kalimat hanya memuat penjumlahan dan pengurangan saja maka penyelesaiannya dilakukan urut dari kiri ke kanan.
  • Bila suatu kalimat hanya memuat perkalian dan pembagian saja, maka penyelesaiannya dilakukan urut dari kiri ke kanan
  • Bila kalimat itu memuat perkalian/pembagian dan penjumlahan/pengurangan maka penyelesaiannya dilakukan dengan mengerjakan perkalian/pembagian terlebih dahulu daripada penjumlahan / pengurangan.

Nah, perjanjian tersebut tentu dibuat berdasarkan hasil kesepakatan. Oleh karena itu, benar bahwa “Matematika adalah Suatu Kesepakatan”. Di samping itu, Indonesia juga secara tersirat menerima kesepakatan yang telah dibuat tersebut. Hal itu tampak pada berbagai BSE Matematika kelas V SD. Bagi yang belum punya BSE dapat di download melalui situs http://website.p4tkmatematika.com/profil/

Jadi 10 – 6 : 2 x 3 + 1 =10 – (6 : 2) x 3 + 1 = 10 – (3 x 3) + 1 =10 – 9 + 1 =1 + 1 = 2

Jawaban tersebut akan sama jika anda menghitung dengan menggunakan kalkulator (Jangan memakai kalkulator abal2 ya…).

Tentu sekilas memang sangat mudah bukan? Tetapi siapa yang menyangka soal yang semudah itu memberikan keprihatinan kepada kita. Saya mencoba memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook sebagai alat dalam penelitian ecek-ecek saya.haha… Adapun hasilnya adalah hasil berikut.

Hasil secara statistik

POPULASI : seluruh pengguna FB
SAMPEL : pengguna FB yang berkomentar sebelum jawaban di publikasikan

SURVEI I
Responden yang menjawab TEPAT = 4
Responden yang menjawab BELUM TEPAT = 4 (atau 44,4%)
Responden yang NETRAL = 1
Banyaknya Responden = 9

SURVEI II
Responden yang menjawab TEPAT = 9
Responden yang menjawab BELUM TEPAT = 12
Responden yang NETRAL = 2
Banyaknya Responden = 23

Dari kedua survei tersebut, banyaknya sampel > 30 sehingga sampel tersebut dapat mewakili populasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa:
# 40,6% responden yang menjawab Tepat
# 50% responden yang menjawab Belum Tepat
# 9,4% responden adalah Netral

Ternyata soal semudah itu hanya  40,6% responden yang dapat menjawab dengan benar. Padahal kebanyakan pengguna facebook yang berteman dengan saya adalah kalangan usia SMA ke atas. 

AYO BELAJAR LAGI… DEMI ANAK CUCU KITA SENDIRI hlooo… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s